Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UM Optimalkan Akses Kebutuhan Dasar dan Layanan Kesehatan Melalui Aksi Kolektif Tanggap Bencana di Manggarai Timur

oleh Tim SDGs LPPM | Sep 24, 2026 | LPPM, SDG 01, SDG 03

Author: Lisa Ramadhani Harianti

Editor: Nurul Hidayat

SDG : 3,1
Tanggal Mulai 2026-08-30
Tanggal Berakhir 2026-09-01
Jumlah Peserta 250
Program Studi Universitas Negeri Malang (UM)
Penerima Manfaat 250 Korban bencana gempa bumi NTT
Tempat Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Kolaborator Puskesmas Watunggong | –

Gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakibatkan kerusakan masif pada hunian warga dan infrastruktur vital, mendorong perlunya tanggap darurat bencana dan intervensi kemanusiaan terpadu. Menjawab kebutuhan tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) melalui Pusat Lingkungan, Mitigasi dan Kebencanaan (PLMK) menginisiasi langkah konkret untuk memitigasi dampak risiko kesehatan dan sosial di wilayah terdampak, sebagai bagian dari rangkaian respons kemanusiaan terpadu bersama tim medis dan psikososial UM yang beroperasi secara bersamaan di lokasi yang sama.

Kegiatan ini bertujuan memulihkan stabilitas kehidupan masyarakat melalui penyediaan tempat berlindung sementara yang layak dan menjamin keberlangsungan operasional fasilitas kesehatan darurat, sekaligus memperkuat resiliensi komunitas dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan. Program ini mendukung SDG 1: Tanpa Kemiskinan, khususnya Target 1.5 tentang pembangunan ketangguhan masyarakat miskin dan rentan terhadap bencana, melalui penyediaan tempat berlindung sementara bagi warga terdampak. Kegiatan ini juga mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya Target 3.d tentang penguatan kapasitas manajemen risiko kesehatan, melalui penambahan fasilitas medis darurat di area Puskesmas Watunggong. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, khususnya Target 17.17 tentang kemitraan publik dan masyarakat sipil yang efektif, melalui kolaborasi dengan Puskesmas Watunggong.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan pada 30 Agustus–1 September 2026 di Kompleks Puskesmas Watunggong dan sejumlah desa terdampak di Manggarai Timur, dengan total durasi 16 jam pelayanan intensif (service hours). Sebagai bentuk kemitraan dengan mitra eksternal, tim menggunakan metodologi distribusi logistik terukur dan pendampingan teknis dalam pendirian Tenda BNPB sebagai posko layanan serta Tenda Komunal untuk hunian sementara warga. Intervensi ini melibatkan tim ahli yang terdiri dari 6 dosen dan 9 mahasiswa yang bekerja secara sinergis.

Hasil aktual menunjukkan bahwa program ini berhasil menjangkau 250 warga Manggarai Timur atau sekitar 250 Kepala Keluarga (KK). Selain itu, tingkat ketersediaan fasilitas penunjang medis meningkat secara signifikan melalui penambahan tenda darurat di area puskesmas.

Kegiatan ini mendukung SDG 1, khususnya Target 1.5, melalui penyediaan tempat berlindung sementara yang layak bagi 250 KK warga terdampak, membangun ketangguhan masyarakat rentan dalam menghadapi dampak bencana. Kegiatan ini juga mendukung SDG 3, khususnya Target 3.d, melalui penguatan kapasitas fasilitas medis darurat di area Puskesmas Watunggong, memastikan keberlangsungan operasional layanan kesehatan di tengah situasi darurat. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 17, khususnya Target 17.17, melalui kolaborasi dengan Puskesmas Watunggong sebagai bukti nyata aksi kolektif dalam menyediakan akses kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.

Tantangan utama yang dihadapi adalah aksesibilitas geografis dan distribusi logistik di medan yang sulit. Rekomendasi masa depan mencakup perlunya penguatan struktur bangunan tahan gempa dan pengembangan sistem peringatan dini berbasis komunitas yang lebih terintegrasi. Sebagai langkah preventif jangka panjang, tim turut merencanakan penyusunan program pelatihan mitigasi bencana bagi guru di wilayah terdampak, guna memastikan keberlanjutan dukungan terhadap sistem pendidikan lokal bagi anak-anak di pengungsian.

Dr. Heni Masruroh, S.Pd., M.Sc., selaku Kepala Pusat Lingkungan, Mitigasi dan Kebencanaan, menyatakan, “PLMK UM berharap dapat selalu berkontribusi dalam membantu setiap kondisi bencana, baik dari sisi layanan kesehatan, pendampingan psikososial, maupun pemenuhan kebutuhan dasar seperti tempat berlindung sementara bagi masyarakat terdampak.

Ke depan, diharapkan kolaborasi antara UM dan Puskesmas Watunggong dapat terus berlanjut melalui penguatan struktur bangunan tahan gempa dan pengembangan sistem peringatan dini berbasis komunitas, sehingga masyarakat Manggarai Timur memiliki ketangguhan jangka panjang dalam menghadapi bencana.

This site is registered on wpml.org as a development site. Switch to a production site key to remove this banner.