Program Studi S1 Teknik Industri UM Perkuat Pembelajaran Global dan Inovasi Teknologi melalui Outbound Mobility bersama INTI International University Malaysia

oleh Tim SDGs FT | Sep 27, 2026 | Faculty of Engineering, SDG 04, SDG 09, SDG 17

Author: Tamara Rahma Widowati

Editor: Nurul Hidayat

SDG : 17,9,4
Tanggal Mulai 2026-08-20
Tanggal Berakhir 2026-08-20
Jumlah Peserta 24
Program Studi S1 Teknik Industri (FT)
Penerima Manfaat 24 Mahasiswa S1 Teknik Industri Universitas Negeri Malang
Tempat INTI International University, Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia
Kolaborator – | –

Perkembangan teknologi dan industri menuntut mahasiswa memiliki wawasan global serta pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Program Studi S1 Teknik Industri Universitas Negeri Malang (UM) mengikuti kegiatan Outbound Mobility di INTI International University, Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia, pada 20 Agustus 2026.

Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan global mahasiswa sekaligus memperkuat kompetensi mereka dalam menghadapi perkembangan teknologi dan industri, melalui akses pembelajaran, pengenalan teknologi, dan pertukaran pengetahuan lintas negara. Program ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya Target 4.7 tentang perluasan akses pembelajaran yang membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, inovasi, dan pemecahan masalah dalam lingkungan internasional. Kegiatan ini juga mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya Target 9.5 tentang penguatan wawasan mahasiswa mengenai inovasi, penelitian dan pengembangan, serta teknologi industri. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, khususnya Target 17.6 tentang penguatan kerja sama internasional dan pertukaran pengetahuan, melalui kemitraan pendidikan antara UM dan INTI International University.

Sebagai bentuk kemitraan akademik internasional, rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui campus tour, observasi fasilitas akademik, dan workshop interaktif di INTI International University. Mahasiswa memperoleh kesempatan mengeksplorasi berbagai fasilitas pendidikan dan teknologi, termasuk laboratorium robotika dan FabLab. Aktivitas pembelajaran meliputi simulasi drone dan Virtual Reality (VR), pemecahan masalah menggunakan Matrix dan metode TRIZ, serta pengenalan teknologi 3D printing, laser cutting, welding, mesin bubut, CNC, dan pemodelan menggunakan Revit.

Mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai prinsip kerja, perkembangan teknologi, dan aspek keselamatan drone, serta melakukan simulasi pengoperasian menggunakan teknologi VR. Dalam sesi pemecahan masalah, mahasiswa mempelajari Matrix dan metode TRIZ melalui studi kasus, kemudian merancang gagasan inovasi dan mempresentasikannya kepada fasilitator. Eksplorasi FabLab juga memperkenalkan mahasiswa pada berbagai teknologi manufaktur modern, seperti 3D printing, laser cutting, mesin bubut, dan CNC, memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap perkembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri modern.

Kegiatan ini mendukung SDG 4, khususnya Target 4.7, melalui pembelajaran berbasis praktik lewat simulasi drone, VR, TRIZ, FabLab, dan teknologi manufaktur, yang memperkaya pengalaman akademik mahasiswa di luar pembelajaran reguler. Kegiatan ini juga mendukung SDG 9, khususnya Target 9.5, melalui pengenalan terhadap robotika, drone, VR, 3D printing, laser cutting, CNC, dan metode TRIZ, memberikan mahasiswa paparan terhadap teknologi dan pendekatan inovatif yang berkembang dalam lingkungan pendidikan dan industri, memperkuat kapasitas mahasiswa dalam memahami penerapan teknologi sebagai bagian dari perkembangan industri yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 17, khususnya Target 17.6, melalui kemitraan pendidikan, kerja sama internasional, pertukaran pengetahuan, dan penguatan kapasitas antara UM dan INTI International University dalam bidang sains, teknologi, dan inovasi. Kolaborasi lintas negara ini membuka akses mahasiswa terhadap pengalaman pembelajaran global sekaligus menjadi sarana berbagi pengetahuan dan praktik akademik antara kedua perguruan tinggi.

Salah satu mahasiswa menyampaikan, “Pengalaman mencoba simulasi drone dan VR secara langsung, lalu memecahkan studi kasus dengan metode TRIZ, benar-benar membuka wawasan saya tentang bagaimana teknologi dan metode inovasi diterapkan di industri modern. Ini pengalaman belajar yang tidak saya dapatkan di kelas biasa.”

Ke depan, program Outbound Mobility diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan dikembangkan melalui aktivitas akademik kolaboratif bersama INTI International University maupun mitra internasional lainnya, guna memperluas kesempatan mahasiswa S1 Teknik Industri UM memperoleh pembelajaran global dan memperkuat kompetensi dalam bidang teknologi dan inovasi untuk menghadapi perkembangan industri di tingkat internasional.

This site is registered on wpml.org as a development site. Switch to a production site key to remove this banner.