Gerak Aktif Ceria Dorong Aktivitas Fisik Anak Usia Dini di Desa Sukowilangun

oleh Tim SDGs FIK | Sep 27, 2026 | Faculty of Sport Sciences, SDG 03, SDG 04, SDG 17

Author: Rajip Mustafillah Rusdiyanto

Editor: Nurul Hidayat

SDG : 17,4,3
Tanggal Mulai 2026-06-01
Tanggal Berakhir 2026-08-26
Jumlah Peserta 50
Program Studi S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (FIK)
Penerima Manfaat 50 Anak Usia Dini
Tempat Desa Sukowilangun Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang
Kolaborator Desa Sukowilangun | Desa Sukowilangun

Penggunaan perangkat digital yang berlebihan pada anak usia dini berpotensi meningkatkan waktu sedentari, padahal aktivitas fisik pada usia dini memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan motorik, kebugaran, serta pembentukan kebiasaan hidup aktif. Menjawab kebutuhan tersebut, Departemen Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang (UM), melaksanakan program pengabdian “Gerak Aktif Ceria” pada 1–26 Juni 2026 di Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

Program ini bertujuan mendorong peningkatan aktivitas fisik anak usia dini melalui permainan yang menyenangkan, aman, dan mudah diterapkan di lingkungan sekolah, dengan mengembangkan permainan petanque modifikasi menggunakan bola tenis berisi semen sebagai alat yang aman, ekonomis, dan mudah diperoleh. Program ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya Target 3.4 tentang upaya promotif dan preventif mengurangi risiko penyakit tidak menular melalui pembentukan kebiasaan hidup aktif sejak usia dini. Kegiatan ini juga mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya Target 4.2 tentang akses terhadap perkembangan anak usia dini yang berkualitas, melalui pendekatan fun learning yang mengombinasikan aktivitas fisik dengan pengalaman belajar dan interaksi sosial. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, khususnya Target 17.17 tentang kemitraan publik dan masyarakat sipil yang efektif, melalui kolaborasi antara UM, Pemerintah Desa Sukowilangun, dan sekolah mitra.

Program dilaksanakan selama 32 jam layanan, melibatkan tim dosen serta mahasiswa Program Studi S1 PJKR. Sebagai bentuk kemitraan dengan mitra eksternal, tahapan kegiatan diawali koordinasi antara tim pengabdian, Pemerintah Desa Sukowilangun (didukung Drs. Slimuryanto), dan sekolah mitra, dilanjutkan identifikasi kondisi dan kebutuhan sekolah. Kegiatan mencakup edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik, demonstrasi teknik dasar permainan petanque modifikasi, hingga praktik langsung secara individu maupun kelompok. Tim mahasiswa berperan dalam persiapan peralatan, pendampingan peserta, demonstrasi permainan, pengelolaan aktivitas, dokumentasi, hingga evaluasi kegiatan.

Kegiatan melibatkan 50 anak usia dini sebagai penerima manfaat langsung. Program menghasilkan luaran konkret berupa 40 set peralatan petanque modifikasi yang diserahkan kepada sekolah mitra, serta pembangunan empat lapangan sederhana yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Berdasarkan evaluasi lapangan, tercatat peningkatan partisipasi aktif anak sebesar 85% dibandingkan kegiatan olahraga rutin sebelumnya, meski tim mencatat evaluasi lanjutan akan diarahkan menggunakan instrumen yang lebih terstandar untuk mengukur perubahan aktivitas fisik secara lebih objektif.

Kegiatan ini mendukung SDG 3, khususnya Target 3.4, melalui penciptaan kesempatan aktivitas fisik dan pembentukan kebiasaan hidup aktif bagi 50 anak usia dini, sebagai upaya promotif dan preventif terhadap risiko penyakit tidak menular sejak dini. Kegiatan ini juga mendukung SDG 4, khususnya Target 4.2, melalui pendekatan fun learning yang menggabungkan aktivitas fisik dengan pengalaman belajar, interaksi sosial, dan pengembangan keterampilan gerak sebagai bagian dari perkembangan anak usia dini yang berkualitas. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 17, khususnya Target 17.17, melalui kolaborasi antara UM, Pemerintah Desa Sukowilangun, dan sekolah mitra, yang membuka akses koordinasi program agar sesuai kebutuhan setempat serta mendukung keberlanjutan pemanfaatan peralatan dan fasilitas yang telah dibangun.

Tantangan yang dihadapi meliputi perbedaan kondisi dan luas lahan pada masing-masing sekolah, sehingga desain lapangan disesuaikan dengan kondisi yang tersedia, serta perbedaan kemampuan fisik dan motorik anak yang diatasi dengan aturan permainan yang fleksibel. Untuk keberlanjutan, sekolah mitra diharapkan dapat mengintegrasikan permainan petanque modifikasi ke dalam aktivitas pembelajaran rutin, dengan guru memperoleh penguatan kapasitas mengenai penggunaan, perawatan alat, dan variasi permainan. Drs. Slimuryanto menyampaikan, “Kami sangat mendukung kegiatan ini karena anak-anak menjadi lebih aktif dan sekolah mendapatkan alat yang bisa digunakan setelah kegiatan selesai.”

Ke depan, program “Gerak Aktif Ceria” dapat dikembangkan melalui pelatihan bagi guru PAUD, penyusunan panduan permainan petanque modifikasi, pengembangan variasi permainan, serta replikasi program pada sekolah lain, disertai monitoring pascaprogram untuk memastikan peralatan dan lapangan yang telah disediakan benar-benar dimanfaatkan secara rutin.

This site is registered on wpml.org as a development site. Switch to a production site key to remove this banner.