Departemen Sastra Jerman UM Perkuat Kemitraan Pendidikan Melalui STEM Without Borders di Malaysia guna Meningkatkan Akses Pembelajaran Sains Terapan

oleh Tim SDGs FS | Sep 27, 2026 | Faculty of Letters, SDG 04, SDG 17

Author: Desti Nur Aini

Editor: Robi Kurniawan

SDG : 17,4
Tanggal Mulai 2026-08-15
Tanggal Berakhir 2026-08-21
Jumlah Peserta 14
Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jerman (FS)
Penerima Manfaat 14 Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM)
Tempat Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) Malaysia
Kolaborator Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) Malaysia | Tidak ada

Departemen Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM) melalui Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jerman menunjukkan komitmen nyata dalam pengabdian masyarakat internasional. Kegiatan bertajuk ‘STEM Without Borders’ ini merupakan bagian dari UTeM Foreign Discovery Camp 2026 yang dilaksanakan oleh mahasiswa UM. Latar belakang kegiatan ini didasari pada pentingnya literasi sains lintas disiplin bagi mahasiswa humaniora dan perlunya pengenalan rekayasa sejak dini bagi siswa sekolah dasar. Inisiatif ini dikategorikan sebagai program mobilitas internasional berbasis pengabdian masyarakat yang menjembatani batasan akademik melalui pendekatan praktis.

Kegiatan ini bertujuan untuk merumuskan solusi edukatif dalam mengenalkan konsep dasar STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) kepada siswa sekolah dasar melalui metode hands-on. Selain itu, program ini dirancang untuk mempererat kolaborasi akademik internasional, menguji prinsip fisika terapan pada mahasiswa non-teknis, serta memfasilitasi pertukaran budaya yang inklusif antara mahasiswa Indonesia dengan komunitas lokal di Malaysia.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 6 hari (service hours) terhitung sejak 15 Agustus hingga 21 Agustus 2026. Fokus utama sesi ‘STEM Without Borders’ dilaksanakan pada 17 Agustus 2026 bertempat di Fakultas Teknik Mesin (FTKM) Universitas Teknik Malaysia Melaka (UTeM), Durian Tunggal, Melaka. Metodologi yang digunakan meliputi penyampaian teori aerodinamika sederhana, diikuti dengan lokakarya perakitan prototipe kendaraan terbang menggunakan material balon dan parasut, serta diakhiri dengan uji coba stabilitas dan presisi pendaratan pada target yang telah ditentukan.

Program ini melibatkan 14 mahasiswa UM sebagai pelaksana sekaligus peserta aktif yang mendampingi lebih dari 50 siswa SK Seri Bemban Melaka. Hasil aktual menunjukkan tingkat keberhasilan teknis sebesar 100% dalam perakitan prototipe, serta peningkatan pemahaman konsep gravitasi dan gaya angkat secara signifikan di kalangan peserta. Siti Aisyah, mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman selaku pelaksana, menyatakan: “Program ini membuktikan bahwa batas disiplin ilmu dapat dilebur melalui aksi kolektif dalam menyediakan akses pembelajaran yang inklusif bagi generasi muda guna mendukung tercapainya pendidikan berkelanjutan di tingkat global.” Keberhasilan ini juga diukur dari kemampuan mahasiswa dalam mengatasi kendala bahasa melalui komunikasi non-verbal dan peragaan teknis yang efektif selama proses pendampingan.

Kegiatan ini memberikan kontribusi mendalam terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) khususnya Target 4.7 yang menekankan pada penguasaan pengetahuan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan apresiasi terhadap keberagaman budaya. Selain itu, kolaborasi dengan Profesor Madya Dr. Nadlene binti Razali selaku Dekan FTKM UTeM memperkuat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui Target 17.6 mengenai pertukaran pengetahuan secara internasional. Melalui kemitraan pendidikan ini, UM mengimplementasikan prinsip pendidikan terjangkau dengan memanfaatkan media belajar sederhana. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pelatihan guru dan pendidik masa depan dapat dilakukan melalui praktik lapangan yang mengedepankan aspek inklusivitas dan inovasi.

Tantangan utama yang dihadapi adalah kendala komunikasi teknis antara mahasiswa internasional dengan siswa lokal yang memiliki latar belakang bahasa berbeda. Namun, hal ini berhasil diatasi dengan penggunaan alat peraga visual yang intuitif. Rekomendasi untuk masa depan adalah perlunya standardisasi modul STEM multibahasa dan keberlanjutan program melalui platform digital agar proses pertukaran pengetahuan tetap berjalan pasca-kegiatan fisik berakhir

This site is registered on wpml.org as a development site. Switch to a production site key to remove this banner.