MALANG – Dalam rangka inisiasi pembukaan Program Studi (Prodi) Sains Data yang direncanakan, Universitas Negeri Malang (UM) telah menyelenggarakan sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang bersifat strategis dan berorientasi pada pengembangan kurikulum. Kegiatan ini berfokus pada Kurikulum Sains Data dan Prospek Kolaborasi Masa Depan dengan UiTM.

FGD ini dilaksanakan secara terstruktur pada hari Jumat, 14 November 2025, bertempat di ruang B24.210. Sesi diskusi berlangsung efektif mulai pukul 08:30 hingga 12:00 WIB, menandai langkah awal UM dalam merancang program studi yang relevan dengan tuntutan era Big Data.

Pertemuan ini mempertemukan akademisi dan perencana program studi dari kedua institusi untuk bertukar pandangan dan praktik terbaik dengan narasumber Dr. Samsul Setumin (Pakar dan Dosen dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia) bersama para dosen Data Science Universitas Negeri Malang. Kehadiran Dr. Samsul Setumin, yang mewakili institusi dengan pengalaman dalam mengelola program studi teknologi dan sains data, menjadi masukan krusial bagi tim pengembang di UM.

Tujuan utama dari FGD ini adalah mengumpulkan data dan perspektif guna membangun fondasi kurikulum Sains Data UM yang kokoh. Tiga aspek utama menjadi fokus pembahasan:

  1. Kurikulum Sains Data UiTM: Analisis mendalam dilakukan terhadap struktur kurikulum yang diterapkan di UiTM, termasuk sekuens mata kuliah, rasio teori dan praktik, serta integrasi teknologi industri terkini. Hal ini berfungsi sebagai model referensi (benchmark) bagi UM.
  2. Perancangan Kurikulum Sains Data UM: Pembahasan diarahkan pada penyusunan draf kurikulum UM, memastikan bahwa capaian pembelajaran selaras dengan kebutuhan pasar kerja lokal dan global, serta mencakup kompetensi inti dalam data mining, machine learning, dan statistika komputasi.
  3. Manajemen Pengelolaan Prodi sebagai Acuan: Sebagai langkah benchmarking yang unik, para peserta juga membahas model manajemen pengelolaan Program Studi Sains Aktuaria di UiTM. Model ini dianggap relevan untuk ditiru dari segi tata kelola kualitas, akreditasi, dan mekanisme stakeholder engagement, mengingat kedekatan rumpun ilmu aktuaria dan sains data.

Diskusi yang terjalin memberikan wawasan substantif mengenai tantangan dan peluang dalam pendirian Prodi Sains Data. Dr. Samsul Setumin memberikan penekanan pada pentingnya integrasi industri sejak tahap awal perancangan kurikulum.Secara keseluruhan, FGD ini menghasilkan kerangka awal kurikulum yang lebih terstruktur dan rekomendasi mengenai model tata kelola yang efisien. Langkah ini merupakan fondasi kelembagaan yang penting, menegaskan keseriusan UM dalam menyiapkan program studi baru yang responsif terhadap transformasi digital dan kebutuhan pakar Sains Data di Indonesia.

Kontributor: Tim Human Dept Mtk