Penanggung Jawab Berita: Dr. Slamet Arifin, S.Pd., M.Pd.
| Komponen | Deskripsi |
| SDGs (yang dibidik program-kegiatan) | SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 7 ( Affordable and Clean Energy), dan SDG 17 (Partnership for Goals) |
| Tanggal mulai | 21 Juli 2025 |
| Tanggal selesai | 21 Juli 2025 |
| Number of participants (Jumlah anggota tim pelaksana kegiatan) | 170 orang peserta (40 orang Guru Sekolah Lab UM dan 130 Mahasiswa SPs UM) |
| Program Studi yang terlibat (sesuai anggota tim pelaksana) |
S2 & S3 Pendidikan Dasar S2 & S3 Pendidikan Kejuruan S2 Pendidikan BIPA |
| Service hours (Durasi Program) | 2 Jam |
| Beneficiaries (Penerima Manfaat Langsung) | Mahasiswa SPs UM dan Guru Sekolah Lab UM |
| Location (Tempat Kegiatan) | Aula Lt. 9 SPs UM |
| Collaborator |
The University of Norte Dame, Asutralia Western Australia East Java University Consortium (WAEJUC) |
| Impact Scale (Skala Dampak) | Kegiatan Guest Lecture ini memberikan dampak yang signifikan bagi berbagai pihak. Bagi mahasiswa pascasarjana, kegiatan ini memperluas wawasan internasional, melatih keterampilan akademik, serta memberi pengalaman langsung berinteraksi dengan pakar dunia. Bagi dosen, kegiatan ini memperkuat jejaring riset lintas negara sekaligus membuka peluang kolaborasi baru dalam tema pendidikan berkelanjutan. Kehadiran guru sekolah laboratorium UM juga memberi manfaat praktis, karena mereka dapat mengadaptasi ide-ide inovatif STEM untuk diterapkan di kelas. Secara kelembagaan, kegiatan ini memperkuat posisi UM dalam konsorsium Western Australia–East Java University Consortium (WAEJUC), sekaligus menegaskan peran UM sebagai pusat pengembangan keilmuan yang berdaya saing global. |
Sekolah Pascasarjana (SPs), Universitas Negeri Malang menggelar Guest Lecture internasional dengan topik “STEM Education for Sustainability” pada Kamis, 21 Agustus 2025. Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Elisabeth Taylor dari The University of Notre Dame, Australia, yang dikenal aktif dalam riset pendidikan berkelanjutan.
Acara berlangsung di Aula Lantai 9 Gedung A21 SPs UM dengan 170 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa pascasarjana, serta guru sekolah laboratorium UM. Kehadiran peserta yang antusias menunjukkan tingginya minat civitas akademika terhadap isu pendidikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) yang berorientasi pada keberlanjutan.
Direktur SPs UM, Prof. Dr. Adi Atmoko, dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari internasionalisasi kampus. “Kuliah tamu ini tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa, tetapi juga memperkuat kolaborasi riset lintas negara. Kami berharap melalui kegiatan ini, UM semakin aktif berkontribusi dalam isu-isu global, khususnya pendidikan berkelanjutan,” ujarnya.
Paparan Dr. Taylor mengajak peserta untuk memikirkan kembali peran STEM dalam membangun kesadaran lingkungan dan tanggung jawab sosial. Sesi tanya jawab yang interaktif semakin memperkaya pemahaman peserta terhadap implementasi pendidikan STEM di sekolah maupun perguruan tinggi.
Kegiatan ini dipandu oleh Aulia Al Tsani Izzati, mahasiswa S2 Pendidikan Dasar SPs UM, yang berperan sebagai moderator. Sementara itu, Dr. Slamet Arifin, koordinator kegiatan sekaligus mitra penelitian Dr. Taylor, menegaskan bahwa pelibatan mahasiswa dan guru sekolah lab UM dalam forum akademik internasional merupakan strategi penting. “Kami ingin mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam atmosfer akademik global, dan guru sekolah lab dapat membawa praktik terbaik ini ke dalam kelas,” terangnya.
Guest lecture ini juga menjadi bukti nyata kontribusi UM dalam jejaring internasional Western Australia–East Java University Consortium (WAEJUC), sebuah konsorsium yang mempererat kerja sama pendidikan tinggi antara universitas di Australia Barat dan Jawa Timur.
