Penanggung Jawab : Ridwan Muhamad Rifai, M.Sc.
| SDGs | 4, 6, 17 |
| Started | Senin, 21 Oktober 2024 |
| Ended | Senin, 21 Oktober 2024 |
| Number of participants | 40 |
| Program Studi yang terlibat | Pendidikan Teknik Bangunan |
| Service hours | 120 menit |
| Beneficiaries | 40 |
| Location | Ruang 207 Gedung D19 Fakultas Teknik |
| Collaborator | Universitas Palangka Raya |
| Impact Scale | Lokal (UM) |
Senin, 21 Oktober 2024, Departemen Teknik Sipil UM kembali menghadirkan kuliah tamu berjudul “Future Directions of Advanced Oxidation Process (AOPs): Innovation and Challenges in Water and Wastewater Treatment”, dipandu oleh Assoc. Prof. Dr. Che Zulzikrami Azner Bin Abidin.
Kuliah tamu ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Che Zulzikrami Azner Bin Abidin, seorang pakar di bidang teknologi pengolahan air. Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai inovasi dan tantangan dalam penerapan Advanced Oxidation Process (AOPs) untuk pengolahan air bersih dan limbah cair.
Teknologi AOPs menjadi salah satu solusi penting dalam menghadapi krisis air global, terutama untuk menghasilkan air yang lebih bersih dan aman dengan metode yang ramah lingkungan. Prof. Zulzikrami berbagi wawasan tentang potensi riset terbaru di bidang ini, implementasi praktis di berbagai negara, serta hambatan teknis yang perlu diatasi untuk meningkatkan efisiensi teknologi AOPs.
Acara ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan peneliti yang antusias berdiskusi dan mendalami peran teknologi AOPs dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.
Tidak hanya memperkaya pengetahuan teknis bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata UM terhadap pencapaian ke dalam beberapa SDGs :
- SDG 4 (Quality Education): Melalui transfer ilmu dan praktik unggul yang tidak tercakup kurikulum, UM memperluas akses, relevansi, dan kualitas pendidikan tinggi.
- SDG 6 (Clean Water and Sanitation): Pengenalan teknologi AOPs menghadirkan solusi untuk meningkatkan standar air dan sanitasi.
- SDG 17 (Partnerships for the Goals): Kolaborasi global, capacity building, jejaring multi-pihak, dan potensi transformasi menjadi agent of change menjadikan kegiatan akademik ini bukan sekadar seminar, melainkan bagian dari strategi strategis UM menuju keberlanjutan dan reputasi institusi.
Dengan memanfaatkan momentum ini, UM dapat memperkuat program riset bersama, program magang/pertukaran, serta pengabdian berbasis SDGs. Ini sesuai dengan semangat Agenda 2030 yang menekankan pentingnya kemitraan multi-level dan lintas sektor untuk menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.



