Fusion Food and Innovation Flavour

by Tim SDGs FT | Jun 11, 2025 | Uncategorized

Penanggung jawab Berita : Aditia Gustiana Gunawan, S.Pd., M.Pd

SDGs (yang dibidik program-kegiatan)3 & 4
Started (Tgl Mulai)16 April 2025
Ended (Tgl Selesai)16 April 2025
Number of participants (Jumlah anggota tim pelaksana kegiatan)100
Program Studi yang terlibat (sesuai anggota tim pelaksana)S1 Pendidikan Tata Boga
Service hours (Durasi Program)6 jam
Beneficiaries (Penerima Manfaat Langsung)Mahasiswa
Location (Tempat Kegiatan)Aula Gedung D7 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM
Collaboratororganisasi
Impact Scale (Skala Dampak)lokal UM

BERITA :
Pada tanggal 16 April 2025, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Tata Boga dan Busana (HMD PTBB), Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Kuliah Tamu Boga 2025. Acara ini bertempat di Aula Gedung D7 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM. Kuliah Tamu Boga ini menjadi langkah penting dalam menciptakan inovasi baru sebuah makanan untuk kedepannya. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai perkembangan industri Tata Boga, memahami tantangan yang ada, serta mengasah kreativitas dan keterampilan yang dibutuhkan agar siap bersaing di dunia kerja. Kuliah Tamu Boga ini mengangkat tema "Fusion Food and Innovation Flavour", yang menekankan pentingnya dalam eksplorasi rasa untuk menciptakan inovasi makanan dengan cita rasa ba Acara dibuka dengan penuh khidmat melalui penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Universitas Negeri Malang, yang memberikan semangat kebersamaan dan rasa cinta tanah air. Setelahnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari beberapa tokoh penting dalam HMD PTBB. Pertama, Ketua Panitia Kuliah Tamu Boga menyampaikan tujuan dan harapan dari kegiatan ini.

Setelah acara pembukaan dan sesi foto bersama selesai, kegiatan inti dimulai dengan penyampaian materi kuliah tamu boga. Penyampaian materi fusion food and innovation flavour merupakan bagian dari evolusi kuliner modern yang akan terus berkembang. Sebagai mahasiswa jurusan boga, penting untuk memahami prinsip-prinsip dasar dari kedua konsep ini dan bagaimana mereka bisa diterapkan secara praktis dalam industri kuliner.

Keberhasilan dalam menciptakan fusion food yang menarik atau inovasi rasa yang baru membutuhkan keseimbangan antara kreativitas dan pemahaman mendalam tentang bahan, teknik, dan selera konsumen. Setelah penyampaian materi selesai, peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya agar dapat lebih banyak mengetahui tentang bagaimana berinovasi di bidang industri kuliner.

Sebagai penutup, kegiatan kuliah tamu boga dengan tema fusion food and innovation flavour memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa, khususnya di bidang kuliner. Materi yang disampaikan tidak hanya memperkaya pemahaman mengenai konsep perpaduan cita rasa antar budaya, tetapi juga mendorong pemikiran kritis dan inovatif dalam menciptakan suatu makanan. Diharapkan kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri serta menghasilkan karya kuliner yang kreatif.