Nama Penanggungjawab Berita: Alma Huwaida Ramadhani
| SDGs (yang dibidik program-kegiatan) | SDGs no 4 |
| Started (Tgl Mulai) | February 10, 2025 |
| Ended (Tgl Selesai) | February 10, 2025 |
| Number of participants (Jumlah anggota tim pelaksana kegiatan) | 60 |
| Program Studi yang terlibat (sesuai anggota tim pelaksana) | S1 Bahasa dan Sastra Inggris |
| Service hours (Durasi Program) | 3 jam |
| Beneficiaries (Penerima Manfaat Langsung) | Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Inggris |
| Location (Tempat Kegiatan) | Aula Ava Universitas Negeri Malang |
| Collaborator | The Hebrew University of Jerusalem |
| Impact Scale (Skala Dampak) | Lokal. [email protected] |
Narasi Berita SDG
Pada Senin, 10 Februari 2025, Departemen Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang melalui KBK Sastra Research Group on Literature menyelenggarakan Studium Generale Guest Lecture Series bertema Studi Penerjemahan. Sesi ini mengangkat topik menarik “Terjemahan Kontemporer Al-Qur’an Bahasa Sunda: Menyimpang atau Mendekat pada Ketuhanan?”. Kuliah umum ini dibawakan oleh Taufiq Hanafi, Ph.D, seorang penerjemah profesional, akademisi, editor, dan penulis yang berpengalaman luas di bidang bahasa, budaya, dan sastra. Di hadapan mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Inggris di aula AVA, Gedung D14, Dr. Hanafi membedah kompleksitas penerjemahan teks-teks suci ke dalam bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda. Ia menyoroti bagaimana penerjemahan tidak hanya soal mempertahankan makna ilahi, tetapi juga merangkul kedekatan budaya. Sepanjang sesi, para peserta terlibat dalam diskusi interaktif, mengajukan pertanyaan yang mengaitkan teori linguistik dengan tantangan penerjemahan di lapangan. Melalui topik yang spesifik dan relevan, acara ini memperluas akses pada wacana akademik berkualitas, mempromosikan keragaman bahasa dan budaya, serta mendorong mahasiswa berpikir kritis. Penyediaan sertifikat elektronik gratis juga memotivasi partisipasi sekaligus mengapresiasi komitmen mahasiswa terhadap pengembangan diri. Pada akhirnya, kuliah umum ini bukan sekadar forum akademik—tetapi juga ruang pertemuan antara pengetahuan, budaya, dan tujuan pendidikan global. Bagi mahasiswa Universitas Negeri Malang, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa penerjemahan bukan hanya tentang kata, tetapi tentang menjembatani dunia.
Dokumentasi Kegiatan:
