SDGs (yang dibidik program kegiatan)SDG 4 (Quality Education)
Started (Tgl Mulai)16 Juli 2025
Ended (Tgl Selesai)19 Juli 2025
Number of participants (jumlah anggota tim pelaksana kegiatan)4 orang (mahasiswa)
Program Studi yang terlibat (sesuai anggota tim pelaksana)1, Program Studi Pendidikan Seni Rupa
Service hours (Durasi Program)3 hari
Beneficiaries (Penerima Manfaat Langsung)
Location (Tempat Kegiatan)
Collaborator
Impact Scale (Skala Dampak)

Malang- 16 Juli 2025 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa angkatan 2021 Universitas Negeri Malang, Edelweiss Harnum Satriani, menyelenggarakan pameran karya skripsi bertajuk “Bunga Edelweiss Gunung Bromo sebagai Inspirasi Penciptaan Motif Batik Tulis” pada Rabu, 16 Juli 2025 di Gedung D18 Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.

Pameran ini merupakan bagian dari penyelesaian tugas akhir akademik Edelweiss yang mengangkat pesona bunga Edelweiss—simbol keabadian dan keteguhan—sebagai sumber ide konseptual dalam penciptaan motif batik tulis. Inspirasi ini ia dapatkan dari kecintaannya terhadap alam, khususnya Gunung Bromo yang terkenal sebagai habitat bunga Edelweiss.

Melalui karya batik tulis yang ditampilkan, Edelweiss memadukan bentuk stilisasi bunga Edelweiss dengan elemen-elemen pegunungan, kabut, serta garis lengkung angin sebagai simbol keseimbangan antara keindahan dan kekuatan alam. Warna-warna yang digunakan pun lembut dan alami, seperti hijau pucat, cokelat tanah, dan putih kekuningan, menggambarkan nuansa pegunungan yang tenang dan sakral.

“Saya ingin mengangkat keindahan Edelweiss tidak hanya sebagai bunga langka, tetapi juga sebagai simbol filosofi hidup yang bisa dituangkan dalam karya batik. Semoga melalui pameran ini, masyarakat semakin peduli terhadap pelestarian alam dan budaya,” ujar Edelweiss saat pembukaan pameran.

Pameran ini mendapat apresiasi hangat dari pengunjung, termasuk dosen pembimbing, rekan mahasiswa, dan penggiat seni. Karya-karya yang ditampilkan dinilai mampu menghubungkan alam, budaya, dan estetika dalam bentuk yang harmonis dan bernilai tinggi.

Melalui pameran ini, Edelweiss menunjukkan bahwa eksplorasi alam lokal seperti Gunung Bromo dapat menjadi sumber ide yang kaya untuk pengembangan batik sebagai warisan budaya yang terus relevan dengan perkembangan zaman.