
| Komponen | Isi |
| Nama Penanggungjawab Berita | Dr. Ely Siswanto, S.Sos., M.M.& Fitrah Firana Adin |
| SDGs (yang dibidik program-kegiatan) | SDG 4 (Quality Education)SDG 8 (Decent Work and Economic Growth)SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) |
| Started (Tanggal Mulai) | Januari 2025 |
| Ended (Tanggal Selesai) | Agustus 2025 |
| Number of participants (Jumlah anggota tim pelaksana kegiatan) | 4 orang (1 Mahasiswa, 1 Dosen Pembimbing, 1 Mitra UMKM, 1 Ahli Media) |
| Program Studi yang terlibat (sesuai anggota tim pelaksana) | Program Studi D4 Manajemen Pemasaran, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang |
| Service hours (Durasi Program) | ±32 jam pelaksanaan dan uji coba lapangan |
| Beneficiaries (Penerima Manfaat Langsung) | ± 2 Pemilik UMKM Salad Sehat Made by Caa dan pelanggan lokal di Wringinanom–Gresik |
| Location (Tempat Kegiatan) | Dusun Kandangasin, Desa Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur |
| Collaborator | UMKM Salad Sehat Made by Caa; Validator/Ahli Media; Vendor percetakan kemasan |
| Impact Scale (Skala Dampak) | Skala Kota/Kabupaten atau skala Desa/Kecamatan dengan potensi replikasi pada UMKM olahan pangan sehat di wilayah Gresik–Sidoarjo–Surabaya |
Program ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengembangan desain kemasan (packaging) inovatif untuk memperkuat brand identity UMKM Salad Sehat Made by Caa di Wringinanom, Gresik. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian berbasis riset terapan, yang tidak hanya memberikan solusi visual, tetapi juga dirancang untuk meningkatkan daya saing produk secara berkelanjutan. Tahapan kegiatan dimulai dengan analisis kebutuhan melalui observasi langsung dan wawancara pemilik UMKM pada 4 Januari 2025. Hasil identifikasi menunjukkan sejumlah tantangan utama, yaitu belum adanya identitas merek yang kuat (logo, warna, slogan), kemasan yang masih polos tanpa informasi nilai gizi atau sertifikasi, serta rendahnya persepsi profesionalitas yang berdampak pada minimnya kepercayaan konsumen dan terbatasnya penetrasi pasar.

Menanggapi permasalahan tersebut, tim pelaksana merancang elemen identitas visual yang mencerminkan karakter produk sehat dan segar. Warna oranye, kuning, dan hijau dipilih untuk mengkomunikasikan kesan natural, energik, dan higienis. Opsi slogan seperti “Fresh Abis!” dan “Healthy Made Simple” dikembangkan untuk membangun emotional branding yang mudah diingat. Selain itu, dua jenis label—memanjang sebagai seal pengaman sekaligus identitas, serta label tutup sebagai penanda varian rasa—diproduksi dan diuji selama 30 hari. Validasi dilakukan bersama ahli media untuk memastikan efektivitas desain dari aspek komunikatif, ergonomis, dan estetika.

Implementasi desain menunjukkan peningkatan signifikan dalam brand awareness dan kepercayaan pelanggan. Produk yang sebelumnya dianggap biasa kini dipersepsikan lebih profesional dan layak bersaing di pasar modern. Proses ini juga memberi wawasan praktis bagi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis proyek yang selaras dengan SDG 4 (Quality Education). Bagi UMKM, penguatan kemasan terbukti membuka peluang ekspansi pasar, selaras dengan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth). Sementara itu, penerapan inovasi desain terjangkau bagi pelaku usaha mikro mencerminkan SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure).


Program ini juga berkontribusi terhadap UM Green Campus Kategori 6 (Education and Research) karena mengintegrasikan riset, praktik kewirausahaan, dan diseminasi hasil ke komunitas UMKM lokal. Ke depan, desain kemasan akan dikembangkan menggunakan material ramah lingkungan dan diintegrasikan dengan strategi pemasaran digital berbasis Instagram dan marketplace, sehingga program ini tidak hanya menghasilkan solusi visual, tetapi juga mendorong transformasi UMKM menuju keberlanjutan jangka panjang.

